Pandemi Covid-19 Tak Halangi Siswa Jurusan Kimia Analisis Lakukan Penelitian Ilmiah

Oleh : rudiwd    2020-09-26 10:04:01   49
Share :

Dikarenakan pandemi Covid-19, sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau Belajar dari rumah (BDR) yang diberlakukan sejak bulan Maret 2020 lalu, membuat seluruh siswa SMK Muhammadiyah Kajen (Muhamka) lakukan belajar dari rumah secara online.

Namun, keterbatasan pertemuan dengan guru maupun siswa lainnya tidak menghalangi siswa SMK Muhamka untuk terus berkarya, tidak terkecuali siswa jurusan Kimia Analisis. Memasuki tahun keempatnya, siswa jurusan Kimia Analisis terus digembleng dengan sejumlah persiapan menuju dunia kerja.

Salah satu program utama jurusan Kimia Analisis ditahun keempatnya adalah magang di dunia kerja selama enam bulan, selain program lain seperti tugas akhir penelitian dan penguatan keterampilan bahasa Inggris.

Kepala program studi jurusan kimia Dul Sukur kepada Media Muhamka menuturkan, dimasa pandemi seperti sekarang anak-anak fokus menyiapkan proposal dan melakukan penelitian.

“Sekarang ini anak-anak sedang fokus proposal penelitian dan penelitian ilmiah. Konsultasi penyusunan proposal tetap berjalan secara online. Namun untuk penelitian, anak-anak tetap berangkat ke sekolah karena penelitian dilakukan di laboratorium kimia analisis SMK Muhamka. Tentu dengan penyesuaian jadwal dan mematuhi protokol kesehatan. “jelasnya.

Anak-anak tetap kreatif, walaupun dalam masa pandemi mereka tetap semangat berkreasi. Judul yang dipilihpun bervariasi, menarik dan bersandar pada ilmu pengetahuan, lanjut Dul Sukur,

Dipilihnya penelitian ilimiah sebagai tugas akhir, menurut Dul Sukur, karena memiliki aspek yang lengkap dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. “Melalui penelitian, siswa mengaplikasikan kompetensi yang dimilikinya dengan permasalah nyata di masyarakat. Meneliti limbah jasa pencucian di desa misalnya. Dari sini kepedulian siswa terhadap lingkungan juga dapat ditumbuhkan. Mereka juga akan lebih peka terhadap isu yang terjadi disekitar mereka lebih-lebih tentang lingkungan.”ujar Dul Sukur.

Senada dengan Dul Sukur, guru pembimbing Anita Setiasih juga menyampaikan pandangannya terkait program tugas akhir siswa jurusan Kimia Analisis.

“Dalam penyusunan proposal, siswa juga mengembangkan potensi keterampilan 4C, yaitu Communicative, Creative, Critical thinking dan Collaborative. Tidak ketinggalan semangat literasi juga. Karena dalam prosesnya siswa harus mencari referensi yang tepat, memilih judul sendiri, menulis artikel ilmiah dan mempresentasikan hasil penelitian.”kata Anita. (rwd)