Gara-gara Virus korona, Kita Jadi Belajar Home Learning (Daring) - SMK Muhammadiyah Kajen

Gara-gara Virus korona, Kita Jadi Belajar Home Learning (Daring)

Oleh : rudiwd    2020-03-21 10:05:26   513

Penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMK tahun pelajaran 2019/2020 yang terjadwal 16-19 Maret 2020 lalu terpaksa ditunda karena kejadian luarbiasa yang mungkin saja tidak pernah terpikirkan oleh kita semua, wabah virus korona.

Melalui surat edaran Gubernur Jawa Tengah yang diteruskan kepada kepala dinas serta kepala cabang dinas pendidikan dan kebudayaan Jawa Tengah, SMK Muhammadiyah Kajen Kabupaten Pekalongan sekolah dimana tempat Pak Abdul mengajar meliburkan semua aktifitas sekolah termasuk kegiatan belajar mengajar. Tidak hanya UNBK yang ditunda pelakasanaannya tetapi juga Penilaian Tengah Semester (PTS) genap yang akan dilaksanakan mulai 23 – 31 Maret 2020, serta kegiatan pembelajaran lainnya.

Langkah untuk melarang segala aktifitas di sekolah sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus korona, mengingat sekolah adalah salah satu tempat umum yang dihuni banyak orang. Salah satu poin yang ditulis dalah surat edaran gubernur itu adalah tentang pelaksanaan pembelajaran jarak jauh dalam jaringan atau online.

Aulia yang telah mempersiapkan segalanya untuk menghadapi PTS merasa kebingungan dengan kabar penundaan semua kegiatan disekolahnya. Pihak sekolah menerbitkan informasi terbaru terkait pelaksanaan PTS dan kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMK Muhammadiyah Kajen. Dimana dalam informasi tersebut disebutkan bahwa pelakasanaan PTS dan KBM akan dilaksanakan dalam jaringan atau online.

Pak Abdul mau tidak mau harus mempersiapkan pembelajaran online untuk persiapan PTS bagi siswanya. Dirinya mulai mencari tahu tentang situs-situs aplikasi penyedia jasa belajar online gratis di internet. Sudah menjadi kewajibannya untuk menyelesaikan materi pelajaran sebelum pelaksanaan PTS dimulai. Aulia juga telah siap dengan android, dirinya mulai mengunduh aplikasi belajar online dan siap dengan pembelajaran online. komunikasi antara guru dan siswa tetap berjalan tanpa tatap muka, pembelajaran tetap terlaksana.

Apa yang dialami oleh Pak Abdul dan Aulia adalah contoh dari sekian kasus yang muncul akibat dari kebijakan baru. Jika saja tidak ada wabah virus korona mungkin pembelajaran online tidak akan dilakukan oleh Pak Abdul, begitu juga dengan Aulia, mungkin saja hari-harinya akan berlalu tanpa belajar dalam masa “karantina”.

Meskipun banyak kelemahan, pembelajaran online atau home learning menjadi salah satu solusi untuk tetap belajar disaat kondisi tidak memungkinkan untuk bertatap muka seperti sekarang ini. Dalam praktiknya, tentu pembelajaran online tidak dapat mengganti sepenuhnya kegiatan pembelajaran seperti disekolah. Banyak kendala yang dihadapi, mulai dari kesiapan pihak sekolah dengan pembelajaran online, guru yang tak paham internet, siswa tidak punya android, dan ketersediaan jaringan internet.

Sekolah dimana Pak Abdul mengajar menjadi salah satu contoh sekolah yang memiliki rencana pembelajaran online akibat peningkatan kewaspadaan wabah virus korona. Lebih dari 700 siswa akan mengikuti PTS Online dari rumahnya masing-masing mulai 23 Maret 2020 mendatang. Sosok guru seperti Pak Abdul juga sangat penting, guru yang mau belajar dan mengerti akan kondisi, dan serta Aulia siswa yang siap dengan pembelajaran online.

Wikipedia dalam artikel berjudul “Pandemi Coronavirus” mencatat Per 18 Maret 2020, terjadi 7.987 kasus kematian yang dikaitkan dengan COVID-19. Sedangkan di Indonesia, menurut situs resmi https://www.covid19.go.id/ sudah 369 dinyatakan positif terpapar COVID-19, 32 orang meninggal dan 17 orang dinyatakan sembuh per 20 Maret 2020. Pemerintah telah memberlakukan aturan untuk peningkatan kewaspadaan, mulai dari menyediakan COVID-19 Center, rumah sakit rujukan, Social Distancing (Jaga jarak sosial), kampanye Work From Home (WFH), Home learning. MUI dan organisasi agama yang lainnya juga telah mengeluarkan maklumat terkait pelaksanaan ibadah, provider telekomunikasi juga menyediakan paket khusus pelajar, penyedia jasa belajar online juga dibuka secara gratis, semua upaya untuk menghentikan penyebaran virus korona agar tidak menjadi semakin buruk.

Sekarang penting bagi kita semua untuk memahami dan mematuhi imbauan-imbauan yang sudah diterbitkan. Edukasi masyarakat terkait penanganan bencana non alam seperti ini harus didukung oleh banyak pihak, termasuk akademisi dilingkungan pendidikan. Mereka harus siap dengan migitasi bencana seperti sekarang ini, karena anak-anak harus tetap belajar kapanpun dan dimanapun.

Rudi Widianto