|
PEMILIHAN MODEL PEMBELAJARAN SEBAGAI KUNCI SUKSES KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI SEKOLAH
Oleh : MUSRIFAH, S.Pd.
Berdasarkan hasil pengalaman dan pengamatan saya selama 15 tahun mengajar di SMK Muhammadiyah Kajen Karakter serta motivasi belajar peserta didik di SMK Muhammadiyah Kajen berbeda-beda khususnya dalam hal literasi dan praktek pembelajaran tari, kurangnya literasi peserta didik ini menyebabkan peserta didik mendapatkan nilai dibawah batas ketuntasan minimal,hal ini terjadi disebabkan karena faktor pola asuh keluarga, Lingkungan dan sarana parasarana sekolah
factor keluarga juga jadi pemicu utama rendahnya motivasi belajar siswa hal ini disebabkan karena rata rata peserta didik tidak hidup Bersama orang tua melainkan Bersama nenek atau kakek mereka,sedangkan orang tua mereka bekerja di luar kota atau bahkan orang tua yang telah bercerai sehingga menyebabkan rendahnya motivasi belajar siswa.
Pengaruh lingkungan disebabkan karena asal mereka yang rata rata dari desa yang rata rata penduduknya berpendidikan rendah tidak terlalu mementingkan Pendidikan sehingga menjadikan peserta didik kurang semangat dalam belajar,
Factor sarana dan prasarananya adalah kurang buku buku pendukung yang ada disekolah dan juga tidak adanya pojok baca serta kurangnya pemanfaatan madding.
Menari merupakan hobi saya sejak kecil. Dari menari itulah sekarang menjadikan pekerjaan saya yaitu menjadi seorang guru seni budaya (guru seni tari) di SMK Muhammadiyah kajen. Profesi sevagai guru adalah sebuah tantangan. Tantangan yang dimaksud yaitu untuk selalu berubah dan dinamis dalam segala perkembangan, baik perkembangan kurikulum, teknologi, lingkungan sosial dan juga perkembangan karakter. Untuk dapat menyesuaiakan dengan segala perubahan tersebut seorang guru harus bersifat reflektif, kreatif dan inovatif. Hal tersebut yang menjadikan saya sebagai guru yang selalu memperbaiki setiap pembelajaran yang dilakukan terhadap peserta didik. Perbaikan didapatkan dari merefleksi setiap pembelajaran yang telah dilakukan. Masukan dan kritik selalu saya dapatkan dari diri sendiri, peserta didik dan juga teman sejawat.
Hal yang ingin saya refleksikan disini adalah berkaitan dengan kegiatan pembelajaran dan juga media serta model pembelajaran yang dilaksanakan pada tahun 2021/2022.
Rendahnya minat belajar peserta didik terhadap pelajaran seni budaya khususnya seni tari baik praktek maupun teori
Setelah dilakukan identifikasi masalah dengan refleksi diri, wawancara guru, Kepala Sekolah, dan juga pakar, maka beberapa tantangan yang terjadi yaitu :
Tantangan dari sisi siswa sangat berdampak pada proses pembelajaran di sekolah, adapun tantangan yang ada di sekolah yaitu :
Model pembelajaran yang digunakan guru kurang inovatif dan menyenangkan.
Tantangan itu menyebabkan seorang guru harus melewatinya dengan berbagai cara seperti menerapkan model dan metode pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Setelah mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran serta hambatan-hambatan yang terjadi. Guru harus mengatur dan menentukan serta memilih strategi dan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan lingkungan belajar. Adapun hal-hal yang perlu dipersiapkan oleh guru :
Melakukan evaluasi dengan siswa masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.
Hasil dari kegiatan pembelajaran seni budaya tari menggunakan langkah-langkah pembelajaran dan menggunakan model pembelajaran PBL seperti yang telah dipaparkan,akan menghasilkan pembelajaran lebih efektif serta Memudahkan ketercapaian tujuan pembelajaran,hal ini disebebkan karena Peserta didik sebagai pusat pembelajaran banyak dilibatkan pada proses pembelajaran.
Peserta didik termotivasi untuk aktif dalam proses pembelajaran. Tahapan-tahapan pembelajaran tampak terstruktur. Pemilihan akan strategi, metode, model, media, dan alat yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat menentukan seberapa besar keberhasilan dalam proses pembelajaran keseluruhan.
![]() |
|
![]() |
@smkmuhamka