Mencetak Generasi “2T4C” yang Bener, Pinter, dan Berkarakter

Oleh : rudiwd    2020-06-11 12:34:06   608
Share :

Mencetak Generasi “2T4C” yang Bener, Pinter, dan Berkarakter

Oleh: Muhammad Rustam Aji, S.Pd I Kepala SMK Muhammadiyah Kajen

Mengelola sebuah lembaga pendidikan pada dasarnya adalah menjalankan amanah para pendiri bangsa, sekaligus wujud kekhusyukan menjalankan perintah Sang Kuasa. Sejarah panjang perjuangan para pahlawan sejatinya bukan semata untuk memerdekakan negeri dari ketertindasan, tetapi juga melepas belenggu kebodohan. Oleh sebab itu, perihal menyiapkan generasi penerus bangsa melalui dunia pendidikan senantiasa memerlukan pemahaman yang mendalam, inovasi tiada henti, serta tulusnya komitmen dan dedikasi.

Menurut UU No. 20 Tahun 2003 pasal 3 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Adapun tujuan Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah adalah membentuk manusia muslim yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cakap, percaya pada diri sendiri, berdisiplin, bertanggung jawab, cinta tanah air, memajukan serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan, beramal menuju terwujudnya masyarakat utama, adil dan makmur yang diridhai Allah SWT serta menghasilkan Sumber Daya Manusia yang andal.

Berpijak pada dua tujuan pendidikan di atas, konsep mengelola lembaga pendidikan seyogianya mengarah pada pengembangan potensi peserta didik. Artinya, pendidikan seharusnya mampu menggali, mengasah, dan mengarahkan potensi peserta didik sehingga tercipta generasi yang tidak hanya pinter, tetapi juga bener.

Dalam konteks pengelolaan SMK Muhamka, dewasa ini tantangan yang dihadapi semakin rumit dan kompleks. Kita tidak lagi bicara sebatas bagaimana membekali peserta didik agar kompeten sesuai bidang kejuruan, tetapi juga bagaimana mencetak tamatan yang mampu berdaya saing di tengah gempuran revolusi industri.

Salah satu implementasi yang kami lakukan dalam rangka menjawab tantangan di atas adalah inovasi kurikulum. Selain melakukan sinkronisasi kurikulum dengan dunia usaha dan industri (DUDI), berbagai langkah taktis juga kami lakukan dalam kegiatan pembelajaran. Pola kegiatan belajar mengajar kini berjalan lebih fleksibel. Guru dan peserta didik bebas menentukan tempat, cara, dan strategi belajar sesuai kebutuhan dan kondisi. Pembelajaran tidak lagi hanya menekankan pada hafalan semata, tetapi juga bagaimana proses kegiatan pembelajaran mampu menjadi ajang penggalian dan pengembangan potensi peserta didik.

Sekat-sekat egoisme antarmapel kini juga mulai perlahan terkikis. Pembelajaran kolaboratif, begitu kami menyebutnya, dirancang dan dilaksankan sebagai salah satu wujud pengejawantahan kompetensi 4C (Communication, Collaborative, Creativity, Critical Thinking). Pembelajaran kolaboratif dimaksudkan pula sebagai upaya memberi ruang pada guru dan peserta didik agar bisa mengeksplorasi segala kemampuannya dan tidak kaku pada pencapaian kurikulum saja. Hal terpenting adalah membuat guru dan peserta didik nyaman, bahagia, dan tidak kaku terhadap capaian kurikulum, sehingga segala potensi dapat berkembang bukan justru hilang begitu saja.

Guna mengoptimalkan segala inovasi pembelajaran di atas, tentu diperlukan sebuah support system yang kuat dan solid. Oleh sebab itu, keselarasan pemahaman visi SMK Muhamka pada seluruh warga sekolah serta komitmen menjaga arah pendidikan menjadi hal paling urgen saat ini. Apabila visi yang menjadi ruh pelaksanaan pendidikan di SMK Muhamka sudah bisa dipahami dengan baik, maka segala program pelayanan terbaik siap diberikan kepada para peserta didik.

Kami sadari betul, tantangan yang akan dihadapi peserta didik di masa depan mereka tentu lebih berat. Di samping menyiapkan mereka dengan bekal kompetensi kejuruan, penting bagi kita antarkan generasi setelah kita menjadi generasi 2T4C; Taat Allah SWT, Taat Orang Tua, Communicative, Creative, Collaborative, dan memiliki Critical Thinking. Generasi yang tidak hanya unggul dan kompeten, tetapi juga berkarakter spiritual dan sosial yang mumpuni. Bersikap luwes dengan perubahan zaman, serta memiliki pola pikir yang berkemajuan terhadap perkembangan IPTEKS.

Kami yakin, dengan tekad pelayanan tulus, inovasi berkelanjutan, serta support system yang baik, segala tantangan dapat terjawab. Kami yakin, bahwa sekolah mampu menjawab tantangan untuk menghasilkan tamatan yang berdaya saing, memiliki ketaatan kepada penciptanya, kepada orang tuanya, serta menguasai bekal kompetensi 4C. Kami percaya, dengan  visi Islami, Kompeten, dan Berprestasi yang menjadi arah pendidikan kami, SMK Muhamka akan menjadi tempat investasi pendidikan yang unggul.

Editor : Angga Setiyawan