Uang memang milikmu, tapi sumber daya alam itu milik bersama

Oleh : hkismis waktu : 2014-09-20 09:33:22 dibaca : 982

Uang memang milikmu, tapi sumber daya alam itu milik bersama.

Sebuah kisah sederhana di negara jauh yang cukup menghentak hati kita semua. Yang saya ambilkan dari sebuah catatan seorang berwarga negara Indonesia yang tinggal di Jerman.

Jerman adalah sebuah negara industri terkemuka. Di negara seperti ini, banyak yang mengira warganya hidup foya-foya. Ketika saya tiba di Hamburg, saya bersama rekan-rekan masuk ke sebuah restoran. Kami lihat banyak meja kosong. Ada satu meja dimana sepasang anak muda sedang makan. Hanya ada dua piring makanan dan dua kaleng bir di meja mereka. Saya bertanya dalam hati apa hidangan yg begtu simple dpt disebut romantis dan apa si gadis akan meninggalkan si pemuda kikir tersebut?

Kemudian ada lagi beberapa wanita tua di meja lainnya. Ketika makanan dihidangkan, pelayan membagi makanan tersebut dan mereka menghabiskan tiap butir makanan yg ada di piring mereka. Karena kami lapar, rekan kami pesan lebih banyak makanan. Saat selesai, tersisa kira-kira sepertiganya yg tidak dapat kami habiskan di meja. Begitu kami hendak meninggalkan restoran, wanita tua yg dari meja sebelah berbicara pada kami dalam bahasa Inggris, kami paham bahwa mereka tidak senang kami memubazirkan makanan.

"Kami yg bayar kok, bukan urusan kalian berapa banyak mkanan yang tersisa", kata rekanku pada para wanita tua tersebut.

 Wanita-wanita itu meradang, Salah satunya segera mengeluarkan telpon genggam dan menelpon seseorang. Sebentar kemudian seorang lelaki berseragam Sekuritas Sosialpun tiba. Setelah mendengar tentang sumber masalah pertengkaran, ia menerbitkan surat denda Euro 50 pada kami. Kami semua terdiam.. Petugas tersebut berkata dengan suara yang galak,

 “PESAN HANYA YANG SANGGUP ANDA MAKAN, UANG ITU MILIKMU TAPI SUMBER DAYA ALAM INI MILIK BERSAMA. ADA BANYAK ORANG LAIN DI DUNIA YANG KEKURANGAN. KALIAN TIDAK PUNYA ALASAN UNTUK MENYIA-NYIAKAN SUMBER DAYA ALAM TERSEBUT.”

Pola pikir dari masyarakat di negara makmur tersebut membuat kami semua benar-benar malu, KAMI SUNGGUH HARUS MERENUNGKAN HAL INI. Kita ini dari negara yang tidak terlalu makmur. Utk gengsi, kita sering pesan banyak dan sering berlebihan saat menjamu orang. PERISTIWA INI MENGAJARI KITA UTK SERIUS MENGUBAH KEBIASAAN BURUK KITA.

“MONEY IS YOURS BUT RESOURCES BELONG TO THE SOCIETY.”

Jadi kawan-kawan, mari mulai mengurangi pemborosan, karena uang memang milikmu, tapi sumber daya alam itu milik bersama.

 

Kutipan kisah diatas kami sunting seperlunya dan tidak mengurangi esensi tulisan.

 


Logo SMK Muhammadiyah Kajen dengan Sucofindo